Kata
kriptografi berasal dari bahasa Yunani, “kryptós” yang berarti tersembunyi dan
“gráphein” yang berarti tulisan. Sehingga kata kriptografi dapat diartikan
berupa frase “tulisan tersembunyi”. Menurut Request for Comments (RFC),
kriptografi merupakan ilmu matematika yang berhubungan dengan transformasi data
untuk membuat artinya tidak dapat dipahami (untuk menyembunyikan maknanya),
mencegahnya dari perubahan tanpa izin, atau mencegahnya dari penggunaan yang
tidak sah. Jika transformasinya dapat dikembalikan, kriptografi juga bisa
diartikan sebagai proses mengubah kembali data yang terenkripsi menjadi bentuk
yang dapat dipahami. Artinya, kriptografi dapat diartikan sebagai proses untuk
melindungi data dalam arti yang luas (Oppliger, 2005).
Dalam
kamus bahasa Inggris Oxford diberikan pengertian kriptografi sebgai berikut :
“Sebuah
teknik rahasia dalam penulisan, dengan karakter khusus, dengan menggunakan
huruf dan karakter di luar bentuk aslinya, atau dengan metode-metode lain yang
hanya dapat dipahami oleh pihak-pihak yang memproses kunci, juga semua hal yang
ditulis dengan cara seperti ini.”
Jadi,
secara umun dapat diartikan sebagai seni menulis atau memecahkan cipher (Talbot
dan welsh, 2006). Menezes, van Oorschot dan Vanstone (1996) menyatakan bahwa
kriptografi adalah suatu studi teknik matematika yang berhubungan dengan aspek
keamanan informasi seperi kerahasiaan, integritas data, otentikasi entitas dan
otentikasi keaslian data. Kriptografi tidak hanya berarti penyediaan keamanan
informasi, melainkan sebuah himpunan teknik-teknik.
Selain
defenisi di atas, Scheiner (1996) mengemukakan pendapatnya tentang defenisi
kriptografi yaitu : ilmu dan seni untuk menjaga keamanan pesan. Penggunaan kata
“seni” di dalam definisi di atas berasal dari fakta sejarah bahwa pada
masa-masa awal sejarah kriptografi, setiap orang mungkin mempunyai cara yang
unik untuk merahasiakan pesan. Cara-cara unik tersebut mungkin berbeda-beda
pada setiap pelaku kriptografi sehingga setiap cara menulis pesan rahasia pesan
mempunyai nilai estetika tersendiri sehingga kriptografi berkembang menjadi
sebuah seni merahasiakan pesan (kata “graphy” di dalam “cryptography” itu
sendiri sudah menyiratkan sebuah seni) (Munir, 2006).
Untuk lebih lengkpa silahkah klik DISINI
0 komentar:
Posting Komentar