WLAN controller digunakan dalam kombinasi dengan Lightweight Access Point Protocol (LWAPP) untuk mengatur light-weight access points dalam jumlah yang besar oleh admin jaringan. WLAN controller merupakan bagian dari Data Plane
dalam Cisco Wireless Model. WLAN controller secara otomatis menangani
konfigurasi dari 6 sampai 500 access point dimanapun berada (selama
dalam jangkauan/area lingkup tertentu), tergantung dari modelnya.
Fitur-fitur:
1. Deteksi dan penghindaran Interferensi: daya RF dan kanal yang ditugaskan akan disesuaikan dengan yang direncanakan.
2. Load Balancing: pengaturan secara default di disable. kecepatan
tinggi load balancing dapat digunakan untuk menghubungkan pengguna ke
beberapa jalur akses (access point) untuk tingkat cakupan dan data yang
lebih baik.
3. Deteksi dan koreksi Coverage Hole: bagian dari pengaturan RF adalah
menangani tingkat daya (power level). Power dapat ditingkatkan untuk
melingkupi “lubang-lubang” atau menguranginya untuk melindungi terhadap
cell yang tumpang tindih.
WLAN controller juga dilengkapi dengan berbagai bentuk otentikasi,
seperti: 802.1X (Protected Extensible Authentication Protocol (PEAP),
LEAP, EAP-TLS, Wi-Fi Protected Access (WPA), 802.11i (WPA2), dan Layer 2
Tunneling Protocol (L2TP).
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Wireless_LAN_controller
Kamis, 08 Mei 2014
Posted by Fauzan Ferfithon on 21.08 with No comments
Categories: Analisis Perancangan Jaringan Komputer
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar